Minggu, 07 November 2010 | 18.22 | 1 Comments

Ngeri.. Indonesia Rawan Gempa Terbesar di Dunia

Indonesia Negara Paling Beresiko Terkena Gempa dan Tsunami di seluruh dunia. Bahkan Lebih beresiko daripada Jepang, yang udah terkenal akan gempanya, sampai sampai rumah di sana di desain tahan gempa dengan bahan khusus , desain unik dan memakai suspensi segala. Lalu bagaimana di Indonesia?
Sekedar diketahui suatu saat daratan Austratia dan Indonesia akan menyatu. Karena memang ada pergeseran daratan mendekati Indonesia. Kapan terjadi?? Hanya Tuhan Yang Tahu
.
Indonesia Rawan Gempa Terbesar di Dunia
Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia, mencapai 129 titik. Selain itu, Indonesia merupakan negara rawan gempa terbesar di dunia yang dapat menimbulkan gelombang tsunami.
“Seharusnya, sebagai daerah yang memiliki titik gempa dan rawan gempa terbesar di dunia, Indonesia seharusnya sudah memiliki learning system untuk mengantisipasi adanya gempa. Jepang yang hanya memiliki 1 titik gempa saja sudah ada learning system,” kata Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ermaya Suradinata saat memberikan pengarahan tentang geopolitik dan geostrategis kepada pejabat Pemda Lampung dan pemda kabupaten/kota di Balai Keratun, Senin (21-2).
Ermaya mengatakan titik gempa tersebut meliputi daerah selatan Indoneisa, mulai dari Pulau Sabah sampai Nusa Tenggara Timur, terus naik ke Pulau Papua. Selanjutnya, masuk ke utara Indonesia sampai masuk ke gugusan Filipina. “Daerah-daerah tersebut jika terjadi gempa bisa mengakibatkan tsunami,” kata Ermaya.
Ada kata pepatah “sedia payung sebelum hujan” oleh itu saya mencoba membagi Info tentang daerah - daerah rawan gempa di Indonesia dari beberapa sumber yang saya baca.
Kejadian gempa bumi selama 10 tahun terakhir memang sangat rutin terjadi di Indonesia , hampir setiap tahun pasti terjadi musibah ini, ada yang berkata ini azab, ada juga yang berkata ini ujian, tetapi terlepas dari itu semua ini merupakan proses di alam semesta itu jika kita melihat nya dari sisi ilmu.
Seperti yang di informasikan di www.reindo.co.id yang berisikan apa penyebab terjadi gempa dan tsunami lengkap dengan perhitungan matematis. Tetapi yang jelas kita yang berada di Indonesia harus tetap waspada akan terjadinya bencana ini .
Pemetaan daerah rawan gempa di Indonesia yaitu NAD, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jateng dan DIY bagian Selatan, Jatim bagian Selatan, Bali, NTB dan NTT. Kemudian Sulut, Sulteng, Sulsel, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen dan Fak-Fak di Papua serta Balikpapan Kaltim. *)Sumber : Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Kenapa Indonesia rawan terhadap gempa ? karena Indonesia dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur The Pasicif Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia. Cincin api Pasifik membentang diantara subduksi maupun pemisahan lempeng Pasifik dengan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Amerika Utara dan lempeng Nazca yang bertabrakan dengan lempeng Amerika Selatan. Ia membentang dari mulai pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar ke Kanada, semenanjung Kamsatschka, Jepang, Indonesia, Selandia baru dan kepulauan di Pasifik Selatan. Indonesia memiliki gunung berapi dengan jumlah kurang lebih 240 buah, di mana hampir 70 di antaranya masih aktif. Zone kegempaan dan gunung api aktif Circum Pasifik amat terkenal, karena setiap gempa hebat atau tsunami dahsyat di kawasan itu, dipastikan menelan korban jiwa manusia amat banyak. *)
Kapan Gempa datang ? hal ini tidak dapat diprediksikan secara pasti tempat dan dimana akan terjadi gempa, oleh karena nya harus ada sistem pemberitahuan dini terhadap bahaya gempa agar tidak memakan korban jiwa dalam jumlah yang banyak . beberapa daerah seperti Aceh, Nabire, Alor, Bengukulu, pantai selatan Jawa, dan sejumlah daerah rawan gempa lainnya telah di pasang alat pendeteksi bahaya gempa dan tsunami berupa sistem peringatan dini (early warning sytem) yang berfungsi sebagai “alarm” darurat jika sewaktu-waktu datang gempa secara tak terduga.
Implementasi sistem ini bisa diterapkan dengan memasang rangkain seismograph yang tersambung dengan satelit. National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA) USA misalnya, telah menggunakan sensor bernama DART (Deep Oceaan Assesment and Reporting) yang mampu mengukur perubahan gelombang laut akibat gempa bumi tektonik.
sekarang kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar bangsa kita ini di jauhkan dari segala musibah .
 11
atau desain rumah modern minimalis sbb:
2
Japan Dome House Co. Ltd adalah perusahaan Jepang yang membuat rumah dengan bahan dasar Styrofoam ini Dengan penggunaan bahan ini maka banyak keuntungan yang didapat selain lebih cepat, ringan dan murah (setidaknya untuk ukuran orang Jepang). Keuntungan lainnya adalah dapat mengurangi panas yang masuk sehingga dapat meminimalkan penggunaan AC, sirkulasi udara yang lebih baik, anti gempa dan tidak akan berkarat maupun lapuk dimakan usia dibandingkan dengan menggunakan besi dan kayu.
Rumah yang dibuat berbentuk sebuah kubah (dome) yang dapat dimodifikasi serta diaplikasikan ke segala macam kebutuhan, mulai dari rumah tinggal, bar, karaoke bahkan sampai spa. Untuk membangun satu buah rumah tinggal standar dengan ukuran 7,7 m (lebar) x 3,85 m (tinggi) atau luas sekitar 44 m2, hanya dibutuhkan waktu sekitar 7 hari dengan memakai 3-4 orang tetapi harga untuk satu buah rumah ini US$ 30.000 (sekitar Rp. 300 juta). Saat ini bahkan sudah didirikan sebuah perkampungan rumah kubah ini di Kyushu (Aso Farm Land Resort) yang mempunyai 480 rumah kubah.

1 komentar:

Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia mengatakan...

Memang untuk menyiasati terjadinya gempa bumi dimasa yang akan datang nampaknya desain ala rumah jepang perlu diterapkan ya. Tapi semoga saja mega gempa tersebut tidak akan pernah terjadi. Semoga saja.

Poskan Komentar

 
Copyright yangcocok.blogspot.com © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.